Burnout, Apakah Itu?

Pernahkah kamu merasa produktivitas dan efektivitas pekerjaan berkurang?
Atau apakah kamu merasa jenuh yang luar biasa akan pekerjaan dan rutinitasmu?

Jika kamu merasakan kedua hal diatas, maka kemungkinan kamu sedang mengalami burnout.  Burnout adalah suatu kondisi dimana kamu mengalami kejenuhan yang  luar biasa, dan merasa kehilangan makna atas apa yang sedang dikerjakan. Dikenalkan pertama kali di tahun 1974 oleh Herbert Freudenberger, dalam bukunya, Burnout: The High Cost of High Achievement ,diartikan juga sebuah reaksi dari stress dan tekanan dalam dirimu yang telah berlarut larut. Contoh mudahnya adalah menurunnya motivasi, cepat lelah, dan mulai tidak menyukai hal hal yang biasa dikerjakan.

Kali ini Sahabat Jiwa akan membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan agar kamu dapat mengurangi terjadinya burnout di kemudian hari.

  1. Buat daftar tugas setiap hari, kemudian susun berdasarkan prioritasnya.
    Daftar ini dapat membantu kamu untuk lebih fokus akan apa yang harus dikerjakan berdasarkan prioritasnya. Dengan begitu, fokus akan lebih tertuju pada tugas yang menjadi prioritas tertinggi; juga hindari melakukan multitasking jika tidak terpaksa. Lebih baik selesaikan satu tugas dengan baik daripada berhasil menyelesaikan 2 tugas dengan hasil yang biasa-biasa saja. Ini juga membuat hari-hari lebih terencana; kamu setidaknya memiliki gambaran akan apa saja yang harus diselesaikan pada hari itu.
  1. Istirahat sama pentingnya dengan bekerja.
    Istirahat disini bukan kondisi dimana kamu bersantai tapi tetap memikirkan kerjaan yang masih menumpuk. Istirahat disini adalah suatu kondisi dimana kamu beristirahat tanpa memikirkan tugas-tugas yang belum selesai, apalagi tugas yang belum tentu perlu dikerjakan.
  1. Sisihkan sedikit waktu untuk mengatur ritme kerja.
    Jika strategi pengaturan waktu terasa berantakan dan berdampak kepada efektivitas pekerjaan, sebaiknya kamu mundur sejenak dan analisa keadaan dengan lebih jauh. Buat strategi baru agar pekerjaan dapat selesai dengan lebih efektif.
  1. Keseimbangan hidup, di luar pekerjaan.
    Imbangi pekerjaan dan hidupmu dengan melakukan hal hal yang disukai. Isi waktu luangmu dengan bersenang senang, juga untuk mengembangkan diri lebih jauh lagi; misalkan, menghabiskan akhir pekan di museum, mengambil kursus memasak, belajar memahat, menghabiskan beberapa jam dalam sehari untuk membaca buku; intinya, lakukan apa yang kamu suka!
  1. Tidur yang cukup.
    Terlalu memaksakan tubuh untuk bekerja sama buruknya dengan tidak bekerja sama sekali. Ketika kamu sudah mulai tanpa sadar mengeluh 3X kelelahan dalam tempo sejam, saat itu kamu sudah butuh tidur. Tidur tidak perlu terlalu lama, tapi harus berkualitas.

    Tidur berkualitas juga akan meningkatkan performa kamu. Selain tidur yang cukup, lebih baik lagi untuk tidak bermain ponsel sebelum tidur.
  1. Meditasi.
    Luangkan waktu minimum 5-10 menit untuk meditasi, dengan posisi rileks, tenangkan dirimu untuk meninjau kembali apa apa yang telah dilakukan pada hari itu.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan saat mensinyalir dirimu menghadapi burnout. Untuk tips-tips lain, kamu dapat baca disini: https://www.psychologytoday.com/us/basics/burnout

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s